Sabtu, 27 November 2010

This Nite @ Tawang

19.40
M: Gimana temenmu?
A: Ya, tar berangkat sendiri lah...
M: Ngawur!! Kasihan..

19.45
(nunggu di pinggir pintu ketemu si jaket + tas merah)
A: Masih sampe Akpol Ma..
M: Yakin Akpol? Bukan Polda?
D: Ampun deh........

20.00
*bunyi peluit*
A: Gimana dong?
(panik, bingung, campur aduk)
disisi lain,
ada cewek tadinya masih ketawa2 eh pas si cowok pamitan langsung nangis gak slese2
OMG jadi teringat dia.....

Rabu, 17 November 2010

Home to My Heart

Ternyata belajar gak harus disekolah, duduk dibangku dan dengerin Guru yang 'curhat'. Seharian dirumah bisa dapet pelajaran berharga juga lho. Yap! Pelajaran pertama, bisa tidur sepuasnya. Hahaha... It's means istirahat tuh penting lho, jarang banget dan hampir gak pernah tidur siang lagi sejak gawe kantoran. Meski hari libur sekalipun tetep kerja jd supir nyokap. And today is my day. Lumayan bisa tidur lama. So, malem ini bisa nulis ma ngerjain yg laen kan?
Pelajaran kedua, akhirnya aku bisa mantengin TV sepuasnya. Sejak gawe kantoran dan jadi supir (lagi2 jd alesan) hampir gak pernah tuh tau acara TV, paling liat sekilas itupun iklan huhhh... Apalagi sejak punya domestic assistant, TV dikamar langsung diangkut pindah ke kamar sebelah, which is her room. Pulang gawe ketemunya kasur dan seperangkatnya, kalo pengen hiburan yah lagi2 buka lappie ato baca buku mpe tidur. And todaaaayy... Bangun tidur, makan, solat trus nonton TV. Kebetulan acaranya lumayan bikin melek mata. Banyak film2 bioskop Indonesia yang -dulu gak sempet nonton- diputer di TV hari ini. Kan pas banget ma Idul Adha, jd yg ditayangin yah film2 rohani gitu deh. Not bad, bikin banyak berpikir dan introspeksi tentang keimananku sendiri neh..

Kamis, 11 November 2010

"Kebetulan"

Yah, Kebetulan. Ada banyak kebetulan yang gak bisa kita duga, ketidaksengajaan. Namanya juga kebetulan. Ah, jadi beribet seh deskripsiinnya...
Intinya seh, kebetulan itu sedang aku alami hari ini.
Kebetulan pertama muncul pas tadi pagi kehabisan pulsa, eh tiba - tiba dapet kiriman pulsa dari temen. Sebagai ganti 'pinjem' pulsa tempo hari hahaha...
Kebetulan yang kedua, tiba - tiba ngerasa down banget trus berkayal ngobrol ma orang yang berwibawa dan punya kharisma spt Mario Teguh trus pengen curhat semuanya dan dengerin wejangan2 positifnya. Sebenernya seh lebih karena kangen sharing ma B. He always gave me positive advice that made me think further. Terlepas dari masalah besar kami sekarang. Dan lagi - lagi baca postingan Mario Teguh di Facebook yang tiba - tiba muncul, humm cukup menyadarkan aku. Bisa jadi kebetulan kan? Apa yang aku butuhkan saat itu 'sedikit' terjawab. Kenapa sedikit? Karena belum puas dinasehatin... Hahaha... Dan iseng buka - buka catatan di Facebook salah satu temen (FB again), tersadar, banyak hal yang ternyata harus aku syukuri... Tersadar, aku masih juga egois. Kebetulan yang dibutuhkan ma hati. Tapi masih butuh banyak wejangan lagi neh... ^^v

Rabu, 03 November 2010

Backstreet Boys - Show Me The Meaning Of Being Lonely

Tiba - tiba kangen ma lagu ini, jaman masih hmmm... SMA mungkin heee....
Mengena banget dah ma yg dirasain hari ini dan kemaren dan yang lalu dan dulu mungkin besok mungkin lusa, entah sampai kapan.... :(

"Tell me why I can't be there where you are
There's something missing in my heart..."



Selasa, 02 November 2010

Pergi

"Kamu belum jawab sejak aku tanyakan dulu".
"....."
"Beri aku satu alasan biar aku bisa pergi darimu". Tangan kekarnya semakin kuat merengkuhku. Membuatku susah bernafas, mengais udara.
"Kamu nggak akan pernah dapatkan jawaban itu".
"Kenapa? Pertanyaan itu akan terus berulang sampai aku tahu jawabannya". Kataku ketus.
"Aku mohon, jangan bilang ingin pergi".
"Apa aku masih harus tetap disini melihat kebahagiaan kalian? Terbuat dari apa hatimu? Aku gak sanggup" Kutepis tangannya yang ingin mengusap air mataku.
"Aku mohon, jangan menangis. Aku takut tak bisa bertemu denganmu lagi, aku teramat takut melihatmu rapuh tanpaku".

Aku tak bisa mengerti...

"kenapa sekarang jadi ketus sama aku seh?"
"haruskah semuanya jadi baik2?"


Yeah, after all what he did to me..
Haruskah jadi membaik?
Aku gak ngerti dengan semua ini. Haruskah hubungan ini seolah tak ada apa2?
Sementara hatiku masih belum bisa mengerti mengapa aku bisa terpuruk seperti ini,
mengapa aku bisa tersakiti seperti ini?
Mengapa dia bisa sebegitu jahat dimataku dan mengapa juga aku masih merindukannya????
Aku masih tak bisa mengerti.....

Senin, 01 November 2010

From Jogja to Bali ( 1 )

Aku termangu menatap taman dirumahku sendiri. Belum juga aku keluar dari mobil. Pandanganku kosong, entahlah, aku sendiri tak tahu sedang berfikir apa. Tiba – tiba seseorang mengetuk jendela mobilku, “mbak, ngapain ngelamun? Kok ndak turun – turun dari tadi?” Mbok Yah, wanita separuh baya yang bekerja dirumahku. Hampir sepuluh tahun beliau bekerja dengan keluargaku. Sejak aku lepas SMU, hingga sekarang usiaku memasuki kepala tiga. Usia yang rawan bagi perempuan, seperti aku sekarang. Mama dulu memaksa Mbok Yah untuk ikut denganku, menemaniku merantau jauh dari keluargaku, Jogja. Mama, Papa dan kedua adikku ada di Jakarta. Kebetulan keluarga Mbok Yah ada di Magelang, tak jauh dari Jogja. Dan Mama disana dibantu Mak Sih, adik kandung Mbok Yah dan Septi anak bungsu Mbok Yah yang disekolahkan Mama disana.
Aku melangkah gontai keluar dari mobil CRV Gold ku, meneteng tas kerja yang sebenarnya gak ada isinya selain dompet. Mbok Yah mengambil laptop yang ada di kursi samping.
“Mbak Dis sakit? Kok tumben pulang jam segini, masih sore”. Kata Mbok Yah yang sedari tadi dibelakangku. Aku hanya berjalan lesu tanpa menjawab pertanyaannya. Kulirik jam yang melingkar ditanganku, masih setengah lima sore langit juga masih terang. Ah, aku memang pulang terlalu cepat. Tapi yang aku rasakan memang lelah.

Malaikat Kecil

Malaikat Kecil
Rush merah itu melaju kencang menyibak hujan yang deras mengguyur kota ini sedari siang tadi. Tubuhnya bergetar hebat. Tangannya hampir mati rasa memegang setir dan beberapa kali meleset menginjak perseneling dan gas. Kakinya juga hampir mati rasa karena terlalu gugup. Ah, bukan. Bukan gugup. Tapi penyatuan dari rasa marah dan takut. Nervous. Entahlah. Rasanya seperti mengejar artis ibukota. Tapi yang ada dihadapannya saat ini bukan artis melainkan lelaki yang semalam bercinta dengannya. Ada rasa yang seperti ingin meledak. Kenyataan yang membuatnya marah. Belum genap 20 jam yang lalu, ia bilang akan tetap mencintainya. Namun yang ada sekarang, lelaki itu baru saja selesai mengikuti seminar tentang pernikahan. Dan yang membuatnya lebih marah lagi adalah lelaki itu datang bukan bersamanya, melainkan dengan perempuan yang ia bilang tak pernah ada rasa lagi dengannya. Yah, Dissa tahu perempuan itu pernah menjadi bagian hidupnya. Mala. Perempuan itu mantannya. Itu yang selalu ia katakan untuk meyakinkan Dissa. Hanya sekedar mantan. Tapi sekarang? Apa maksudnya datang di seminar pernikahan bersamanya?

Selasa, 28 September 2010

Wisata laut...

Kedamaian di Thailand Selatan

Thailand Selatan adalah tempat terdapatnya ratusan mil garis pantai, beberapa merupakan pantai yang belum tersentuh. Banyak orang bilang bahwa sebagian besar lokasi paling terkenal di Thailand, seperti Phuket – pulau paling besar di Thailand – telah
tereksploitasi dan kehilangan keindahan dan pesonanya. Tetapi, itu tidak menghentikan banyak wisatawan untuk datang ke kota-kota pinggir pantai tersebut tahun demi tahun.

Ketertarikan wisatawan meningkat tajam setelah daerah itu ditampilkan dalam film Hollywood. Pertama adalah Ko Tapu, sekarang terkenal sebagai Pulau James Bond, yang ditampilkan dalam film keluaran 1974 ‘The Man With The Golden Gun’. Lalu petualangan
mematikan Leonardo DiCaprio dalam The Beach – difilmkan dekat Pulau Phi Phi pada 2000 – yang semakin menambah ketertarikan dunia akan liburan pantai yang mempesona.

Senin, 27 September 2010

-- I.K.H.L.A.S--

Penyesalan adalah pemberitahuan
bahwa kita akan lebih menyesal lagi nanti,
jika kita tetap TIDAK melakukan
yang seharusnya kita lakukan.

Tetapi,
memang ada orang yang suka menyiksa dirinya,
sehingga dia tetap mendahulukan yang seharusnya terakhir,
mengkhawatirkan yang seharusnya dikerjakan,
dan menikmati kemalasan yang menurunkan
rasa hormatnya kepada diri sendiri.

Jika untuk kebaikan, ikhlaslah!

Mario Teguh






Humm... Ikhlas...
Satu kata yang sedang aku perjuangkan saat ini. Penyesalan itu ada, tapi aku tak ingin berlarut menyesalinya. Itu pilihanku, Dia pilihanku, dan hanya itu yang ingin aku lakukan. Segalanya yang terbaik. Untuk ku. Untuk dia. Kita. Meski terkadang perbedaan persepsi menghancurkannya. Seperti yang terjadi sekarang.........................................

Dan aku belum juga ikhlas,,,

Jumat, 13 Agustus 2010

Jogja, Never ending stories...

Jumat, 6 Agustus 2010 jam 15.15 WiB kabur dari kantor, yuuukkk cap cuss... Kemana? Jawabnya adalah Jogja!! Hehehe....
Setelah beberapa hari sempet googling buat cari2 info apa aja yg menarik di Jogja, cari hotel murah akhirnya berangkat juga. Berbinar2 nih mata, gak sabar mpe Jogja.
Hampir Magrib, dapet juga hotel yg dicari. Ternyata gak seperti yang digambarnya, sedikit kecewa seh. Tapi mw gimana lagi, daripada gak dapet tempat buat istirahat malem tu, secara semua hotel yang ada di list udah full booked. Dapet kamar yang nyempil dipojokan. Berasa angker heee...

Jumat, 06 Agustus 2010

Pelukan adalah hadiah besar. Satu ukuran cocok untuk semua orang. Bisa diberikan kapan saja dan mudah saling tukar.

Dapet kata2 ni dari salah satu web radio yg masih dibiarkan terbuka oleh yg teakhir mengaksesnya, dan aku membaca heee....

Senin, 02 Agustus 2010

Sekedar Janji

Janji hanya sekedar janji,
tak perlu ditepati dan tak perlu menyisihkan hati tuk berusaha menepati.
Harapan tak lagi dimengerti.
Hanya bisa mengais waktu tuk menunggu jawaban
...dan semua berubah...

...biarin aja lah...

"...pulang sore, kenapa?
pasti udah berpikir yang nggak2 yah?
yah... biarin aja...."

selalu buat ku berpikir negatifnya aja.
Sepertinya memang ingin bunuh ku perlahan dengan pikiranku sendiri...