Selasa, 02 November 2010

Aku tak bisa mengerti...

"kenapa sekarang jadi ketus sama aku seh?"
"haruskah semuanya jadi baik2?"


Yeah, after all what he did to me..
Haruskah jadi membaik?
Aku gak ngerti dengan semua ini. Haruskah hubungan ini seolah tak ada apa2?
Sementara hatiku masih belum bisa mengerti mengapa aku bisa terpuruk seperti ini,
mengapa aku bisa tersakiti seperti ini?
Mengapa dia bisa sebegitu jahat dimataku dan mengapa juga aku masih merindukannya????
Aku masih tak bisa mengerti.....

Senin, 01 November 2010

From Jogja to Bali ( 1 )

Aku termangu menatap taman dirumahku sendiri. Belum juga aku keluar dari mobil. Pandanganku kosong, entahlah, aku sendiri tak tahu sedang berfikir apa. Tiba – tiba seseorang mengetuk jendela mobilku, “mbak, ngapain ngelamun? Kok ndak turun – turun dari tadi?” Mbok Yah, wanita separuh baya yang bekerja dirumahku. Hampir sepuluh tahun beliau bekerja dengan keluargaku. Sejak aku lepas SMU, hingga sekarang usiaku memasuki kepala tiga. Usia yang rawan bagi perempuan, seperti aku sekarang. Mama dulu memaksa Mbok Yah untuk ikut denganku, menemaniku merantau jauh dari keluargaku, Jogja. Mama, Papa dan kedua adikku ada di Jakarta. Kebetulan keluarga Mbok Yah ada di Magelang, tak jauh dari Jogja. Dan Mama disana dibantu Mak Sih, adik kandung Mbok Yah dan Septi anak bungsu Mbok Yah yang disekolahkan Mama disana.
Aku melangkah gontai keluar dari mobil CRV Gold ku, meneteng tas kerja yang sebenarnya gak ada isinya selain dompet. Mbok Yah mengambil laptop yang ada di kursi samping.
“Mbak Dis sakit? Kok tumben pulang jam segini, masih sore”. Kata Mbok Yah yang sedari tadi dibelakangku. Aku hanya berjalan lesu tanpa menjawab pertanyaannya. Kulirik jam yang melingkar ditanganku, masih setengah lima sore langit juga masih terang. Ah, aku memang pulang terlalu cepat. Tapi yang aku rasakan memang lelah.

Malaikat Kecil

Malaikat Kecil
Rush merah itu melaju kencang menyibak hujan yang deras mengguyur kota ini sedari siang tadi. Tubuhnya bergetar hebat. Tangannya hampir mati rasa memegang setir dan beberapa kali meleset menginjak perseneling dan gas. Kakinya juga hampir mati rasa karena terlalu gugup. Ah, bukan. Bukan gugup. Tapi penyatuan dari rasa marah dan takut. Nervous. Entahlah. Rasanya seperti mengejar artis ibukota. Tapi yang ada dihadapannya saat ini bukan artis melainkan lelaki yang semalam bercinta dengannya. Ada rasa yang seperti ingin meledak. Kenyataan yang membuatnya marah. Belum genap 20 jam yang lalu, ia bilang akan tetap mencintainya. Namun yang ada sekarang, lelaki itu baru saja selesai mengikuti seminar tentang pernikahan. Dan yang membuatnya lebih marah lagi adalah lelaki itu datang bukan bersamanya, melainkan dengan perempuan yang ia bilang tak pernah ada rasa lagi dengannya. Yah, Dissa tahu perempuan itu pernah menjadi bagian hidupnya. Mala. Perempuan itu mantannya. Itu yang selalu ia katakan untuk meyakinkan Dissa. Hanya sekedar mantan. Tapi sekarang? Apa maksudnya datang di seminar pernikahan bersamanya?

Selasa, 28 September 2010

Wisata laut...

Kedamaian di Thailand Selatan

Thailand Selatan adalah tempat terdapatnya ratusan mil garis pantai, beberapa merupakan pantai yang belum tersentuh. Banyak orang bilang bahwa sebagian besar lokasi paling terkenal di Thailand, seperti Phuket – pulau paling besar di Thailand – telah
tereksploitasi dan kehilangan keindahan dan pesonanya. Tetapi, itu tidak menghentikan banyak wisatawan untuk datang ke kota-kota pinggir pantai tersebut tahun demi tahun.

Ketertarikan wisatawan meningkat tajam setelah daerah itu ditampilkan dalam film Hollywood. Pertama adalah Ko Tapu, sekarang terkenal sebagai Pulau James Bond, yang ditampilkan dalam film keluaran 1974 ‘The Man With The Golden Gun’. Lalu petualangan
mematikan Leonardo DiCaprio dalam The Beach – difilmkan dekat Pulau Phi Phi pada 2000 – yang semakin menambah ketertarikan dunia akan liburan pantai yang mempesona.

Senin, 27 September 2010

-- I.K.H.L.A.S--

Penyesalan adalah pemberitahuan
bahwa kita akan lebih menyesal lagi nanti,
jika kita tetap TIDAK melakukan
yang seharusnya kita lakukan.

Tetapi,
memang ada orang yang suka menyiksa dirinya,
sehingga dia tetap mendahulukan yang seharusnya terakhir,
mengkhawatirkan yang seharusnya dikerjakan,
dan menikmati kemalasan yang menurunkan
rasa hormatnya kepada diri sendiri.

Jika untuk kebaikan, ikhlaslah!

Mario Teguh






Humm... Ikhlas...
Satu kata yang sedang aku perjuangkan saat ini. Penyesalan itu ada, tapi aku tak ingin berlarut menyesalinya. Itu pilihanku, Dia pilihanku, dan hanya itu yang ingin aku lakukan. Segalanya yang terbaik. Untuk ku. Untuk dia. Kita. Meski terkadang perbedaan persepsi menghancurkannya. Seperti yang terjadi sekarang.........................................

Dan aku belum juga ikhlas,,,

Jumat, 13 Agustus 2010

Jogja, Never ending stories...

Jumat, 6 Agustus 2010 jam 15.15 WiB kabur dari kantor, yuuukkk cap cuss... Kemana? Jawabnya adalah Jogja!! Hehehe....
Setelah beberapa hari sempet googling buat cari2 info apa aja yg menarik di Jogja, cari hotel murah akhirnya berangkat juga. Berbinar2 nih mata, gak sabar mpe Jogja.
Hampir Magrib, dapet juga hotel yg dicari. Ternyata gak seperti yang digambarnya, sedikit kecewa seh. Tapi mw gimana lagi, daripada gak dapet tempat buat istirahat malem tu, secara semua hotel yang ada di list udah full booked. Dapet kamar yang nyempil dipojokan. Berasa angker heee...

Jumat, 06 Agustus 2010

Pelukan adalah hadiah besar. Satu ukuran cocok untuk semua orang. Bisa diberikan kapan saja dan mudah saling tukar.

Dapet kata2 ni dari salah satu web radio yg masih dibiarkan terbuka oleh yg teakhir mengaksesnya, dan aku membaca heee....

Senin, 02 Agustus 2010

Sekedar Janji

Janji hanya sekedar janji,
tak perlu ditepati dan tak perlu menyisihkan hati tuk berusaha menepati.
Harapan tak lagi dimengerti.
Hanya bisa mengais waktu tuk menunggu jawaban
...dan semua berubah...

...biarin aja lah...

"...pulang sore, kenapa?
pasti udah berpikir yang nggak2 yah?
yah... biarin aja...."

selalu buat ku berpikir negatifnya aja.
Sepertinya memang ingin bunuh ku perlahan dengan pikiranku sendiri...

Jumat, 30 Juli 2010

"Album Foto"

ALBUM FOTO

Dini terbangun dari tidurnya. Tangis bocah kecil itu memaksanya tuk membuka mata. Tapi ia tetap tersenyum, ia tahu anaknya haus. Menjadi Ibu adalah satu hal yang paling Ia inginkan. Dan bayi mungil ini adalah anugrah terbesar dalam hidupnya. Tak lama lelaki kecil itu kembali terlelap. Namun Dini terlanjur tak bisa tidur. Ia membuka perlahan laptopnya. Menulis jurnal kini menjadi salah satu rutinitas disela waktu antara pekerjaan kantor, mengurus rumah, buah hati dan suaminya. Tapi tak berapa lama tiba – tiba lampu dirumahnya padam. Seketika ia membuka jendela, rumah tetangga menyala. Berarti hanya listrik dirumahnya yang padam.
Dini berjalan ke gudang ditemani sinar redup dari lampu senter, karena saklar itu ada digudang. Setelah lampu menyala, tiba – tiba matanya tertuju pada sebuah album foto berwarna hitam diantara tumpukan buku – buku semasa kuliahnya. Pasti suaminya yang membongkarnya tempo hari mencari majalah otomotif koleksi lawasnya dan tak mengembalikannya lagi ke dalam dus. Diambilnya album foto itu. Lembar demi lembar dibukanya. Ia tersenyum. kemudian ia meninggalkan gudang gelap itu dengan perasaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bahagia.
Setelah berwudhu, ia menghampiri baby box dikamarnya. Dikecupnya lelaki mungil itu yang tengah terlelap. Ditangannya masih mengapit album foto yang baru saja ditemukannya. Diletakkannya di meja samping meja kerjanya. Dan menutup laptopnya. Kemudian ia Tahajjud. Tak banyak doa yang ia pinta, hanya ucap syukur yang keluar dari mulutnya.
Sekali lagi ia menatap baby box disamping tempat tidurnya, memastikan Arya, lelaki mungil berusia delapan bulan itu benar – benar tertidur nyenyak. Dan dikecupnya kening lelaki yang juga tertidur pulas disampingnya.
“ I love you, Bi”. Terdengar sedikit erangan.
“ I love You too Bunda,” tangan kekar itu kemudian merengkuh Dini kedalam pelukannya.




~31052010~

Kamis, 29 Juli 2010

"Keong Racun"

Beberapa hari kok ngeliat di Facebook banyak tautan "Keong Racun Shinta Jojo", dengan gambar dua cewek lumayan cantik tapi mukanya dijelek-jelekin gitu, aku cuekin seh. Ku pikir ni video siapa dan gak penting banget nontonnya, secara gambarnya cewek, males juga *kalah pamor* hahaha... Kesekian kalinya ngeliat di Facebook-nya si Nyook, masih cuek juga, gak penting toh ditagnya ke temen yg aku gak kenal juga. Sampai siang ini, lah kok Gendutku bilang tuh dengerin Keong Racun. Sumpah, kaget dan terheran-heranlah. Baru nyadar... apaan seh ituuuu?? Pas ditelfon juga pas ada temen disamping yang denger, dan dia bilang : Ampun deh jeeng, kemana aja masa lum tau seh?
Hahahaha... berasa orang paling udik!
Akhirnya keinget deh tautan yg ada di Facebooknya Nyook. Nonton lah meski gak bisa dengerin suaranya. Dan beberapa menit kemudian Ayang telpon, 'mw dengerin gak?', dan aku.... Ngakak! Ternyata dangdut!!! Gak heran, pacarku itu emang suka ma dangdut, pantes aja gak mw ketinggalan. Dan aku, lagi - lagi, gak mw ketinggalan lah. Bukan gak mw ketinggalan dangdutnya tapi ketinggalan beritanya. Alhasil cari - cari tau soal tuh si keong racun. Ketawa deh mpe sore ni.... hihihihihiii.....


Hebat yah, kaya gini aja bisa bikin heboh..... *salut*

Minggu, 18 Juli 2010

..."pengecut"...

Pria yang tidak mau mengakui kesalahan dan bahkan terus menyangkal serta menghindari konflik menunjukkan dirinya bukan orang yang bisa diandalkan. Dan biasanya seorang laki-laki pengecut (lari dari masalah), akan bersembunyi di balik kemarahan, atas kepengecutannya. Orang seperti ini tidak akan bisa dikritik...





Really??
Perlu dipikirkan lagi....

Sabtu, 17 Juli 2010

Karena Ku Sanggup...

Coz I could,
Eventhough I dont want to stand alone without you
I want you to have no doubt, just leave me, if thats the way things have to go
Not sure if I could erase my pain
I will always fight for our love
But what's my mistake
Till I dont deserve your seriousness
Dont you make me understand
Just smile, coz I could



uugghhh.... lagu ini bikin nangis T_T

Senin, 12 Juli 2010

diujung amarah...

marah....
kesel....
rasanya ingin menyerah,
dan sebuah tamparan keras mendarat dipipinya..
Ya Tuhan, Aku menyesal.
Maaf,
Aku terlalu takut dengan keadaan ini...

Sabtu, 10 Juli 2010

oh, anak Mami....

Hummm... masalah hidup tak pernah berakhir. Belum selesai dengan hati, ditambah lagi masalah itu. Si anak Mama (yah aku menyebutnya gitu).
Pulang kerja dianterin pacar yang wajahnya sedikit jutek. Pengennya buru2 pulang, entah kenapa. Ga ada alesan yang jelas. Berasa gak ikhlas nganterin pulang :(
Belum lagi ngurusin tamu2nya Mama, sedikit seh, tapi cukup menguras tenaga yang udah dikuras ma hati. Ketiduran depan TV disaat tamu2 tu masih ada disana. Ga mood makan, tapi perut laper. Ah cerita gak penting.
Intinya seh, Mama cerita kalo Bu. M temen Mama ni td siang telp, nawarin si anak sulungnya yang udah putus ma pacarnya. Gimana, mau gak besanan Jeng? Edun!!!
Kalo dia emang mau kenapa gak usaha sendiri, kenapa harus ibunya yang minta? Cowok pa banci seh? Tapi aku juga gak ambil pusing seh, toh gak penting juga buat aku. Yang ada di hidupku sekarang cuma B, cuma dia dan ingin selamanya....
Love u B :*